Why People Could Be Sooo Rude?

Pernah ada dalam posisi ketika elo menyapa seseorang dan dibales muka asem sama orang itu? Wehehehehheee….

Barusan gua mengalaminya!

Hmm…ga tau deh, mungkin selama ini gue jarang “diasemin” sama orang lain, atau kali ini cuma gue aja yang berlebihan. Tapi, kenapa menarik sedikit senyum aja susah ya?

Gua ngga salah apa-apa gitu. Gua cuma orang yang baru dateng, baru gabung sama mereka yang emang dari tadi udah disana, mungkin membicarakan hal yang penting dan ngga bisa diganggu, but, heyy?? Kenapa muka lo kaya gitu si? What happen to you? Aneh.


Taking Vacation

Nasib baik memang sering dekat-dekat dengan gue. Eheheehhee…hey, i have reasons to say so :)

Akhir Mei kemaren gue dapet kesempatan jalan-jalan sama @gethasaja ke BALI :)

Walaupun awalnya dimulai dengan beberapa ketegangan yang mengancam keberangkatan itu seperti :

- tiba-tiba gue disuruh dinas dadakan ke Surabaya dan Banjarmasin

- tiba-tiba getha ngga bisa pulang ontime dari kantor, sampe telat ke bandaranya,

tapiii semua itu bisa teratasi :) , gue dan getha berangkat dengan flight terakhir menuju Denpasar….yipiiee!!

Hari I

Setelah landing di Denpasar, dengan suasana penerbangan yang cukup berguncang (yah, beberapa hari yang lalu bali lagi mendung), kami diantar oleh Pak Wayan (driver) ke Hotel Santika - Kuta.

Hari II

Perjalanan dimulai dari : BALI SAFARI and MARINE PARK. Yah, kayak namanya, disini suasananya ngga jauh beda sama lingkungan sehari-hari tempat kita tinggal eheheehhh…ada monyet, sapi, burung, ikan, dan teman-teman yang lain dari berbagai spesies. Tempatnya lumayan asri, bagus, dan cukup lengkap, ada aquarium red piranha seperti ini :

 

Dan diajak berkeliling dunia, sampai ke Afrika :) dimana kalian bisa ngeliat yang namanya BUAYA ahahhhhaaa…

Yang paling menegangkan adalah waktu kita dikasi kesempatan ngasi makan gajah (yang padahal gajahnya diem aja ngga ngapa2in wkwkwwkkk…)

Dannn foto sama anak harimau rrrrrr….

owww…isn’t she cutie?? :p

Setelah puas menjelajahi safari dan para penghuninya, kita bergerak ke Garuda Wisnu Kencana (GWK). Kebetulan disana lagi ada acara, jadi ngga terlalu lama juga, cuma sempet ambil beberapa foto dan beli topi lebar, senjata dikala panas :)

Kita mau buru-buru ke Dreamland dan Uluwatu soalnya. Mengejar sunset.

Eh tapiiinyaa…setelah sampe disana sunsetnya gada. Karena mendung. Akhirnya kita menyelesaikan tour hari ini di Uluwatu. Tempat yang banyak monyetnya, monyetnya suka ngagetin gitu. Disini udah 2 kali nih gue kena sama monyet. Tahun lalu pala gue kena geplak sama monyet gara-gara pake bando. Sekarang, you know what??? Gantungan monyet di tas Kipling gue pun jadi sasaran tarik si monyet. Jadilah sekarang tas Kipling gue gada gantungan monyetnya. Ah monyettt…

Abis itu kita nonton tari Kecak (Kecak Fire Dance), makan malam di Jimbaran (yummy2 seafood *thumbsup*) then off to Hotel..

Hari III

Sebelumnya gue sama getha udah berencana bangun pagi biar bisa jalan-jalan di pantai Kuta. Kebetulan hotelnya punya akses langsung ke pantai, some kind of private beach gitu. Jadi, pagi-pagi gue sama getha udah jalan-jalan dipantai dan teteuupp, taking some pictures (which i love how the sky looked like) :

Nah, abis puas main-main di pantai, kita siap-siap untuk perjalanan lagi. Rencana pertama, kita akan menonton pertunjukan BARONG. Oh iya, khusus mengenai tarian-tarian Bali, gue sendiri seneng deh ngeliat budaya tari-tarian masih dipake sebagai salah satu objek wisata di Bali, diluar tempat wisata yang emang udah ada by nature. Walaupun ongkos nontonnya memang mahal, rata-rata IDR 70,000 s/d 80,000 sekali nonton, tapi its worth it! You must try to see it.

Kelar nonton pertunjukan BARONG, kita melanjutkan perjalanan ke daerah Ubud.

Truuss, makan siang di NURI’S. IT has a suppeerr delicious pork ribs!! (Sorry, for everyone who cant eat it..but i cant help how it tastes! slurppy..)

Abis makan, kita lanjut ke Istana Presiden di Tampak Siring. Tempatnya bagus, asri dan ada pemandiannya.

Lebih lucu lagi, saking penasarannya sama pengen nyobain pake kain bali, gue sama getha minjem kainnya sebentar, cuma buat mengabadikan foto pake kain ahahaahhhhhaa….

Abis puas foto-foto di Tampak Siring, kita lanjut ke Danau (dan Gunung) Batur. Suasana disini mirip Puncak, Jawa Barat. Dingin dan agak foggy. Oh ya, infonya salah satu temen kita udah ada nih yang berhasil mendaki puncak Gunung Batur ini dalam waktu 3 jam ;) congrats Mas Fedyyy!!!!

Udah mulai capek dan udah waktunya makan, kita langsung cabut menuju Warung Made di Seminyak. Sebenernya menunya standar aja, tapi suasananya cukup menyenangkan :)

Hari IV

Hari ini adalah hari terakhir liburan kali ini di Bali. Hari ini kita udah punya rencana untuk ke Tanah Lot, dan off course, membeli sedikit oleh-oleh buat orang tersayang :)

Goodbye Bali, see you the next coming year… :)


Thank you…

Buat semua orang yang udah ngucapin selamat ulang tahun. Lewat sms, bbm, ym, twitter, facebook terlebih lagi buat yang salaman sama gw secara langsung : Bapa, Mama, Ika, Ancha.. (oh iya Kiki dan Kak Harold kemaren, makasii kadonya :) )

I am speechless actually.

This year is different, that’s why i’m speechless.

It’s like i have become less attached with parents and friends. I am all by myself.


A hot choco starbucks…

Several days ago, i really had my worst day. I told my friend, getha, that i really didn’t feel good. She was trying to comfort me with sending me lots of ‘funny-broadcast-messages’. It didn’t work anyway.

Next morning i went to office with horrible face. Black-eyed and bad-hairdo.

It was like a wind blowin right in my face when suddenly i see : A medium hot chocolate and a chocolate muffin are served right there, at my desk!

whoaaaa….

It was really a surprise surprise! Since i thought i would never received any kind of surprises anymore. I ran to see getha and thank her. I tasted them. It was without hazelnut. But that’s fine. It’s still a sweet surprise!!

It reminds me of something. Something that I really missed ever since that day. My everyday surprises. Who knows that my choco shall be added with hazelnut *tears*…


Perempuan Indonesia

Mentang-mentang ini hari Kartini, terus gua ngeblog gitu? Hehehe…bisaaa banget yey. Udah lama ngga ngeblog, gara-gara lebih sering update twitter, terus tadi di mobil diingetin sama arny, “udah lama vi ngga ngeblog lagi..” jadi sekarang gua ngeblog (emang si banyak fans yang udah email gue, mereka nunggu posting gue, pengen tau kabar gue, yah…maapkan saya fans2ku, saya baru sempet–alias baru mood sekarang)

*wuakakakakkk….gua yakin banyak yang muntah ni bacanya* :)

Kali ini gua cuma pengen bilang : “berbahagialah dan berbanggalah hai perempuan-perempuan Indonesia”. Perempuan Indonesia tu bagi gua adalah pahlawan. Contohnya nyokap gue (yang kemaren berulang tahun ke 51). Beliau adalah guru sekolah dasar di sebuah SD Negeri di deket rumah gue. Beliau sering cerita tentang anak-anak muridnya yang kebanyakan dari kalangan tidak mampu. Yang effort buat ngajarin mereka lebih susah karena orang tuanya dirumah juga ngga bisa ngajarin mereka apa-apa, yang orangtuanya juga belum tentu bisa baca/nulis. Dan guru-guru sangat dibutuhkan disitu.

Terus beliau juga suka cerita, kalo disekolahnya itu tenaga pengajarnya kurang. Guru-guru sekarang lebih suka mengajar di sekolah swasta, yang gajinya lebih tinggi, anak-anaknya lebih bersih dan ngga susah diajarin, sekolahnya lebih bagus. Sekarang mungkin guru-guru yang masih mengajar di sekolah negeri tinggal guru yang udah tua, dari segi kemampuan dan kreativitas juga udah sangat kurang dibanding sama guru-guru yang masih muda, yang lebih memilih mengajar di sekolah swasta.

Kalo gue liat dari profil guru di tempatnya nyokap gue ngajar sih, kebanyakan dari mereka adalah perempuan. Dulu, waktu nyokap memutuskan untuk jadi guru adalah karena beliau ingin bekerja. Dengan pertimbangan waktu kerja yang pendek, jam 1 siang udah pulang, beliau masih punya waktu untuk ngerjain pekerjaan rumah yang lain dan mengasuh anak-anaknya. Mungkin alesan itu juga yang membuat banyak perempuan–pada saat itu–memilih profesi guru. Sebuah jalan tengah untuk mengakomodir keinginan perempuan untuk ‘bekerja’ dan ‘di rumah’.

Nyokap gue adalah salah satu role model buat gue. Gue sendiri kalo jadi dia mungkin tidak akan memilih profesi guru. Tarolah jadi guru, mungkin gue ngga memilih jadi guru SD. Tarolah gue jadi guru SD, mungkin gue ngga memilih mengajar di sekolah negeri. Dan nasib anak-anak miskin itu dengan berat hati gue alihkan ke orang lain yang mau (mengajar mereka).

Role model lain buat gue banyak.

Supir busway, sopir taksi, pilot perempuan bikin gue sadar kalo pekerjaan itu ngga relevan sama gender.

Tukang sayur perempuan di pasar bikin gue sadar kalo perempuan itu megang peran penting dalam roda perekonomian.

Reporter perempuan bikin gue sadar kalo semangat dan keberanian perempuan ngga boleh diacuhkan.

Direktur perempuan bikin gue sadar kalo perempuan itu punya potensi yang ngga kalah dibanding laki-laki.

Ilmuwan, Perancang Busana, Ekonom, Marketer, Polisi, Dokter, Dosen, Atlet, Penyanyi, Rohaniawan, Geologist, you name it. Hari gini apa lagi ya pekerjaan yang ngga ada perempuannya? Hehehee…

Maju terus Kartini Indonesia!!!


Temen gue udah punya anak, udah gede pula..

Kayanya anaknya udah mau SD deh. Kemaren gue lagi iseng liat Facebook. Udah lamaaaa banget ga buka facebook, begitu buka isinya : application.

“Hi, osvia, i just sent you a gift, please accept this gift…blablaba..”. Makasiii, tapi ulang taun gue masi lama looo. Atau ada game Farmville. Ada yang nanem pohonlah, ada yang kambingnya beranaklah. I think facebook is not cool anymore.

Loh, kok jadi bahas facebook??? :p

Yaa, jadi kemaren itu gua cuma mau liat poto-poto temen-temen aja si. Entah kangen entah gada kerjaan atau gabungan keduanya. Hehehehe….

Nah, tiba-tiba ada satu nama yang baru update status. Kebetulan, gue udah lama ga denger kabarnya ni anak. Pas gue buka profilenya, ehh ada fotonya dia sama anaknya. Anaknya udah gede banget! Buset deh. Tiba-tiba gue mikir, emang gua udah umur berapa ya? Hehehe….

Kalo diliat-liat keliatannya anaknya udah sekitar 5 tahunan. Gue sekarang 27. Berarti dia punya anak kira-kira umur 22 dong..ee buseett…

Pas nyokap lewat, windownya gue minimize. Dan membayangkan kalo nyokap liat pasti dia bilang “nah, itu si ****** udah punya anak, anaknya udah gede lagi, kamu kapan kawinnya?”…

Question  i hate.. phewwww.


I’m a racer (and a good driver)

Adek gue si Abeth itu emang tukang bikin orang jantungan. Anaknya begajulan dan ngga mau dibilangin. Ngentengin segala sesuatu tapi masih dependen sama orang lain. Kemaren itu (tanggal 4) adalah jadwal trip belajar dia ke Ukraina. Segala sesuatunya “baru” diurus 1 bulan sebelumnya. Mulai dari proposal, paspor, ijin cuti dari kampus sampai visa. Ngurusnya udah buru-buru, susah, waktunya mepet banget pula.

Kalo disuru ceritain lagi dari awal, malesin dah pokoknya. Singkat cerita, sampai pada hari keberangkatan, salah satu visanya belom selesai. “Lo mau pergi ke berapa negara si Bet?” tanya gue gara-gara gemes, masa sampe hari keberangkatan masi ada visa yang belom selesai. “Cuma 1 si, Ukraina doang.” katanya. “Nah terus, ngapain lagi ke kedubes Belanda?” kata gua lagi. “iyaaa sapa tau ntar gue pengen main-main ke sana”. Yah elah enteng bener jawaban yak.

Flightnya adek gue jam 20.00. Cek in di tutup jam 19.10.

Gue udah berencana pulang kantor nganterin dia ke airport. Jadi gua usahain pulang lebih awal. Gue sampe rumah jam 17.00. Dia belom pulang dari kedubes Belanda. Gua telpon dong. “Bet, lo dimana?” gue tanya. “Di casablanca lagi otw pulang” katanya, enteng. Setelah telepon itu ditutup, ada sekitar 5 kali lagi gue telpon dia lagi, mulai dari nanya dimana, macet ga, nyuruh cepetan sampe nyuruh pulang naik ojek aja.

Nyokap gue udah mondar-mandir kaya setrikaan. Bokap udah tidur aja. Gua sama adek gua si Ika sibuk nurun-nurunin barangnya Abeth. Biar langsung cabut nanti. Itu udah jam 17.40. Bayangkannn…rumah gue di Pondok Kelapa. Itu udah jam 17.40 dan cek in tutup jam 19.10.

Jam 17.50 Abeth dateng dan ngga pake ba-bi-bu gue langsung tancap gas ke airport. Gue cuma punya waktu sekitar 1 jam buat jalan ke airport. I was driving like nuts. Salip kiri kanan, terobos lampu merah, hampir nabrak mobil depan, akhirnya gue berhasil mencapai airport jam 19.05. Di terminal 2D gue nurunin Abeth, sepupu gue, sama nyokap biar ngejar loket cek in nya. Sementara gue cari parkir.

Ngos-ngosan juga si gua lari dari parkiran (bayangkan!) ke atas (departure terminal) nyusulin nyokap dan sepupu gua. Legaaaa banget rasanya gua waktu nyokap bilang, “udah tuh, si Abeth udah cek in…”. Ngga lama kemudian gua telpon Abeth, dia udah boarding dan bilang : “Overcoat gua ketinggalan di kamar…terus gua belom sempet tuker uang ke money changer…”. Gubrakkk!!!

Hyaudalah beth, beli disono aja yak…hosh hosh hosh..

At least, I know something, i am a good racer ternyata…ahahahahahahhaaaaa

*puas banget ketawa gua*


Menyuarakan Perubahan

Beberapa waktu belakangan, perjalanan gue suka terganggu gara-gara di beberapa ruas jalan ada demo. Entah siapa lah yang di demo, KPK, MenKeu, SBY, BI, DPR, sampe Pertamina. Gue sendiri males sih dengerin itu, terus terang aja. Masalah gue adalah punctuality. I have many things to be done right away. Tapi berantakan gara-gara demo. And it ruined my mood all day.

Gue terharu sama perhatian yang begitu besarnya dari sejumlah elemen masyarakat yang rela berpanas-panas, teriak-teriak di jalanan dan menuntut perubahan. Tapi harunya gue ga sebanding sama kejengkelan karena mesti terlambat ngerjain segala urusan penting.

Gue sendiri lupa, dari kapan ya di negara kita jadi banjir demo gini? Perasaan dulu gada deh.

Dan gue juga penasaran, seberapa efektifnya kah demo bagi terciptanya perubahan? Ada yang pernah survey ga sih?

Emang gada cara lain ya? Mahasiswa yang ‘teriak’ jangan korupsi bukannya udah ‘korupsi’ waktu dan biaya kuliahnya dia ya? Ditambah lagi ‘mencuri’ waktunya para pengguna jalan ngga si? Pernah ngebayangin ga kalo ada sebagian orang yang pada saat itu lagi urgent perlu ke rumah sakit misalnya, atau perlu ke airport, atau harus menghadiri meeting penting?

Guys, gue pikir si bagus juga menyuarakan perubahan kepada pemerintah. Tapi kayaknya metoda nya mesti di pikir ulang deh. Kalo bisa jangan yang nyusahin banyak orang. Kalo bisa perubahan itu DILAKUKAN bukan sekedar DISUARAKAN. Kalo bisa perubahan itu berawal dari DIRI SENDIRI bukan nyuruh-nyuruh ORANG LAIN.

Terima kasih..


Awaiting Weather

Itu adalah status yang paling sering gua dapet ketika menerima Morning report dari Perkapalan. Udah 2 minggu ini kerjaan gue ribet dan tidur gua telat karena mesti bikin laporan stok pagi dan malam.

Ombak besar sama angin bikin Pe-er banget buat ngamanin stok terutama di Jawa Barat. Gara-gara cuaca buruk, ada kapal yang sempet nabrak jetty di salah satu terminal. Belom lagi berita kebakaran sana-sini yang bikin jantung tambah deg-degan. Tapi, sekarang udah mulai aman sih. Kapal-kapal udah mulai bisa sandar dan stok bisa terdistribusi dengan baik.

Yang paling bikin ngga enak ati adalah gara-gara kejadian yang sifatnya force majeur kaya gini, gua yang suka kena batunya. Disuruh ini itu, belom dimarahinnya :(

i was so under pressure this last two weeks. Tapi ini adalah bagian dari tugas dan tanggung jawab. Caelah..beraatt… Semoga Badai Cepat Berlalu…


Gym-ing lagi…

Rasa-rasanya awal tahun baru ini perlu adanya perubahan gaya hidup. Ehehehe…. makanya, gue sekarang giat ngajakin anak-anak kantor buat nge-gym. Kemaren temen nge-gym gue Ibu Kun. Pas baru masuk dan disuru ngisi nomor anggota, gua lupa nomornya! Saking lamanya udah ngga nge-gym lagi :)

Trainernya sampe bilang : “wahh latiannya udah dari setahun yang lalu niihh..kalo kaya gini terus nanti dikeluarin aja ni namanya.. ” :p

Kelar ganti baju, gue timbang dulu. 50 Kg, aman. Terus tensi dulu. 110/70, aman. Langsunglah kita menjambangi treadmill selama 30 menit. Pas trainernya naikin pace sama elevasinya, gua langsung berasa cuapeek banget. Halahhh…mulai berkeringat dan paha gua mulai sakit. Untungnya penderitaan gua ngga lama. 10 menit kemudian udah cooling down.

Sembuh dari pusing-pusing naik treadmill, gua lanjut main sepeda-sepedaan. Masi latihan cardio. Latian ini 15 menit. Tapi agak nyantai. Duduk soalnya.

Kelar itu, gua nyobain latian otot. Pasang beban 3 kiloan (agak lupa, yang masangin Bu Kun soalnya..) mulailah gua angkat-angkat. 10 menit kemudian, lengan gue berasa gedee bener. Hehehee…

Udah cape bangett, Bu Kun juga udahan, kita nimbang lagi. Alangkah kagetnya gua, waktu liat jarum timbangan di angka 50,2 Kg!!! Lahh, kok bukannya berkurang malah nambah ini??

Gue tanya trainernya dengan panik :”wah ini gimana timbangannya salah kalii…orang udah keringetan gini masa beratnya naik?”

Trainernya bilang :”tadi mbak minum ngga selama latihan?” , gua jawab :”iya..” , trainer :”nah itu karena minum, sebaiknya minumnya nanti aja kalo latihannya udah selesai..”

ooo….buleet..

Okeh, mingdep gua harus balik lagi ni buat nyobain treadmill lebih keras lagi sama latihan beban yang tadi. Ehehehe….


Next page »