I’m dying…
dying to wake up without you, without you in my head again
I’m dying,
dying to forget about you, that you ever lived
There’s a shade come over this heart that’s coping with laying down to rest
I’m dying to live without you again
I’m dying,
dying to find a distraction, get you away from me
I’m dying,
dying to reach a conclusion, so that the world can see
It’s the same old story of love and glory that broke before it bent
I’m dying to live without you again
The first time you left I said goodbye
Now there’s not a prayer that can survive
Dying,
dying to die just to come back so we can meet again
Dying,
dying to say what I always should have said
It’s a strange emotion this but there’s still hope in this
As long as there’s a breath…
I’m dying and I can’t live without you again
it’s a strange emotion this but there’s still hope in this as long as there’s a breath…
I’m dying and I can’t live without you
I’m dying and I can’t live without you again
3 comments
Permalink1
kualitas maksimum yg harus diberikan kepada seseorang, apabila itu merujuk pada satu orang, itu pasti via.
Permalink2
sayap-sayap patah
wahai langit…tanyakan pada-Nya mengapa Dia menciptakan sekeping hati ini.. begitu rapuh dan mudah terluka… saat dihadapkan dengan duri-duri cinta begitu kuat dan kokoh…saat berselimut cinta dan asa… mengapa Dia menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini…mengisi kekosongan didalamnya menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih menimbulkan segudang tanya…menghimpun berjuta asa… memberikan semangat juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira…mengapa Dia menciptakan kegelisahan dalam jiwa…menghimpit bayangan..menyesakkan dada…tak berdaya melawan gejolak yang menerpa…wahai ilalang..pernahkah kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini? mengapa kau hanya diam…katakan padaku..sebuah kata yang bisa meredam gejolak jiwa ini…sesuatu yang dibutuhkan raga ini… sebagai pengobat rasa sakit yang tak terkendali…desiran angin membuat berisik dirimu…seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku…aku tak tahu apa maksudmu…hanya menduga…bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana…menunggumu dengan setia…menghargai apa arti cinta…hati terjatuh dan terluka…merobek malam menoreh seribu duka.. kukepakkan sayap-sayap patahku…mengikuti hembusan angin yang berlalu…menancapkan rindu…disudut hati yang beku…dia hancur, retak bagai serpihan cermin…berserakan…sebelum hilang diterpa angin…sambil terduduk lemah ku coba kembali mengais sisa hati…bercampur baur dengan debu…ingin ku rengkuh…kugapai kepingan di sudut hati…hanya bayangan yang ku dapat… ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya…tak sanggup kukepakkan kembali sayap ini…ia telah patah…tertusuk duri yang tajam…hanya bisa meratap…meringis…mencoba menggapai sebuah pegangan…
Permalink3
it’s KAHLIL GIBRAN’S
Say something