Menyuarakan Perubahan

Beberapa waktu belakangan, perjalanan gue suka terganggu gara-gara di beberapa ruas jalan ada demo. Entah siapa lah yang di demo, KPK, MenKeu, SBY, BI, DPR, sampe Pertamina. Gue sendiri males sih dengerin itu, terus terang aja. Masalah gue adalah punctuality. I have many things to be done right away. Tapi berantakan gara-gara demo. And it ruined my mood all day.

Gue terharu sama perhatian yang begitu besarnya dari sejumlah elemen masyarakat yang rela berpanas-panas, teriak-teriak di jalanan dan menuntut perubahan. Tapi harunya gue ga sebanding sama kejengkelan karena mesti terlambat ngerjain segala urusan penting.

Gue sendiri lupa, dari kapan ya di negara kita jadi banjir demo gini? Perasaan dulu gada deh.

Dan gue juga penasaran, seberapa efektifnya kah demo bagi terciptanya perubahan? Ada yang pernah survey ga sih?

Emang gada cara lain ya? Mahasiswa yang ‘teriak’ jangan korupsi bukannya udah ‘korupsi’ waktu dan biaya kuliahnya dia ya? Ditambah lagi ‘mencuri’ waktunya para pengguna jalan ngga si? Pernah ngebayangin ga kalo ada sebagian orang yang pada saat itu lagi urgent perlu ke rumah sakit misalnya, atau perlu ke airport, atau harus menghadiri meeting penting?

Guys, gue pikir si bagus juga menyuarakan perubahan kepada pemerintah. Tapi kayaknya metoda nya mesti di pikir ulang deh. Kalo bisa jangan yang nyusahin banyak orang. Kalo bisa perubahan itu DILAKUKAN bukan sekedar DISUARAKAN. Kalo bisa perubahan itu berawal dari DIRI SENDIRI bukan nyuruh-nyuruh ORANG LAIN.

Terima kasih..